Pulihkan Diri, Bangun Kemandirian: Bapas Wonosari Gelar Pelatihan Terapi Energi bagi 30 Klien

Pulihkan Diri, Bangun Kemandirian: Bapas Wonosari Gelar Pelatihan Terapi Energi bagi 30 Klien

22 Oktober 2026

Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari melaksanakan Bimbingan Kemandirian berupa Pelatihan Terapi Energi pada Kamis, 22 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai. Bekerja sama dengan Pokmas Lipas Terapi Energi Sehat Lahir Batin, kegiatan ini berlangsung di BPVP Surakarta Satpel PVP Bantul dan diikuti oleh 30 klien pemasyarakatan. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan melalui pendekatan holistik, dengan menempatkan keseimbangan diri sebagai salah satu unsur pendukung proses perubahan perilaku dan kesiapan klien menjalani kehidupan yang lebih baik.

Kegiatan dibuka melalui sambutan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY beserta jajaran, Kepala Bapas Wonosari, dan Kepala Satpel PVP Bantul. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam penyelenggaraan pembimbingan klien pemasyarakatan. Sinergi antara Bapas, lembaga pelatihan, dan kelompok masyarakat peduli pemasyarakatan menjadi modal strategis untuk menghadirkan pembinaan yang lebih inklusif, sekaligus mendukung reintegrasi sosial klien agar mampu kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.

Dipandu oleh Bapak Muhammad Ali Syeh Banna dan Sumaryadi, pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai manfaat terapi energi dalam perspektif pemulihan diri, termasuk refleksi spiritual untuk meninggalkan perilaku yang kurang baik dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Peserta kemudian mengikuti praktik pijat energi serta latihan membuka energi dalam diri yang dipadukan dengan relaksasi pernapasan. Rangkaian ini memberikan ruang bagi klien untuk mengenali kondisi diri, melatih ketenangan, dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan lahir dan batin sebagai bagian dari proses pengembangan diri.

Pelatihan berlangsung dengan lancar dan penuh partisipasi. Melalui kegiatan ini, pembimbingan tidak hanya diarahkan pada pengembangan keterampilan, tetapi juga pada penguatan aspek personal yang dapat menunjang kesiapan klien menghadapi kehidupan setelah menjalani proses pemasyarakatan. Bapas Wonosari terus mendorong pembinaan yang berorientasi pada perubahan positif, karena kemandirian bukan semata-mata kemampuan untuk bertahan hidup, melainkan juga keberanian untuk memperbaiki diri, membangun relasi yang sehat, dan menapaki masa depan dengan tanggung jawab.