Tiga Pegawai Bapas Wonosari Ikuti Pelatihan Sertifikasi Mediator

Tiga Pegawai Bapas Wonosari Ikuti Pelatihan Sertifikasi Mediator

26 Oktober 2026

Dalam upaya meningkatkan kompetensi pegawai di bidang penyelesaian konflik, Balai Pemasyarakatan Kelas II Wonosari berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Mediator Tahap I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bekerja sama dengan Justitia Training Center. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 26–30 Oktober 2026 sebagai bagian dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia pemasyarakatan agar semakin profesional dalam memfasilitasi penyelesaian permasalahan secara konstruktif.

Keikutsertaan dalam pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan dan keterampilan pegawai dalam memahami dinamika konflik, membangun komunikasi yang efektif, serta memfasilitasi dialog di antara pihak-pihak yang berselisih. Melalui proses pembelajaran yang terarah, peserta diharapkan mampu memahami prinsip, tahapan, dan teknik mediasi sebagai pendekatan penyelesaian sengketa yang mengedepankan musyawarah, keseimbangan kepentingan, serta kesepakatan bersama.

Bapas Kelas II Wonosari mengirimkan tiga orang pegawai untuk mengikuti kegiatan tersebut, yaitu Indiah Respati dan Muhtriyono, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda, serta Luh Fita Meitasari, Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Pertama. Ketiganya mengikuti rangkaian pelatihan secara daring selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Oktober 2026. Partisipasi ini mencerminkan komitmen Bapas Wonosari dalam mendukung peningkatan kualitas aparatur melalui pembelajaran berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapan pegawai dalam menghadapi beragam persoalan yang membutuhkan pendekatan dialogis dan penyelesaian yang berkeadilan.

Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan kompetensi mediasi yang bermanfaat bagi pelaksanaan tugas Pembimbingan Kemasyarakatan, terutama dalam membangun komunikasi, mengelola perbedaan, dan mendorong penyelesaian konflik secara damai. Lebih dari sekadar peningkatan keterampilan individual, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada keadilan. Dengan kompetensi yang terus diasah, Bapas Kelas II Wonosari berkomitmen menghadirkan pendampingan yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan, tetapi juga membuka ruang bagi pemulihan hubungan dan tumbuhnya kesepahaman.